Senin, 17 Juli 2017

Review Novel Momiji

 Judul : Momiji
 Penulis : Orizuka 
 Jumlah Halaman : 210 hal
 Penerbit : Penerbit Inari 
ISBN : 978-602-60443-8-9
 Cetakan Pertama : Mei 2017
 Rating : 4.5 / 5




Blurb :


Patriot Bela Negara lelah punya nama seperti, terutama karena dia memiliki fisik dan mental yang sama sekali tidak seperti patriot, apalagi yang siap membela negara.


Seumur hidupnya, Patriot diolok-olok hingga akhirnya, dia memutuskan memberontak. Dia jadi gandrung Jepang, belajar bahasa Jepang, dan punya cita-cita pergi ke Jepang untuk bertemu Yamato Nadeshiko-tipe wanita ideal versi Jepang.

Di usianya yang kedua puluh, Patriot akhirnya berada selangkah lebih dekat dengan cita-citanya itu. Dia menginjak Jepang untuk ikut program pendek musim gugur di Osaka dan beruntung baginya, orang tua inang tempatnya homestay punya anak gadis seusianya.

Shiraishi Momiji, gadis itu, mungkin adalah buah penantiannya selama ini.

....atau mungkin bukan.

🍁🍁🍁 


Dari awal saya membaca novel Momiji ini, saya mulai tertarik untuk membacanya lebih lanjut. Bahasanya yang ringan sehingga mudah dipahami.

Novel ini banyak sekali kejutan yang tak terduka. Tingkah konyol Momiji ini membuat saya geleng-geleng kepala, seorang perempuan bisa berbuat kasar layaknya laki-laki.

Selama berada di Jepang, Pabel menginap di homestay milik keluarga Shiraishi. Di sanalah ia tanpa sengaja bertemu dengan Momiji, gadis muda berambut merah mencolok dengan penampilan ala yankii (sebutan untuk anak muda Jepang yang dianggap badung), yang ternyata ialah anak gadisnya Nanami-san pemilik homestay. Pertemuan itulah yang mengubah nasib Pabel kemudian. Entah menambah gairah hidupnya, atau malah lebih buruk.

Apalagi saat pertemuan Momiji dengan Pabel untuk pertama kalinya, Momiji membuat Pabel jatuh pingsan.

Pabel disini digambarkan sebagai sosok laki-laki yang lemah, bahkan dia merasa namanya itu tidak cocok dengan kepribadiannya. Nama yang luar biasa itu berbanding terbalik dengan kondisi Pabel yang memiliki fisik dan mental lemah, jauh sekali dari iming-iming Patriot Bela Negara.

Karena hal inilah, seumur hidup Pabel di Bully oleh teman-teman nya. Jangan kan bermimpi untuk memiliki pacar, untuk memiliki sahabat saja sulit sekali rasanya.

"Aku dan Pencuri Susu ini berpacaran." - hal. 68


 "Di musim gugur, semua Momiji akan berubah merah. Semua, kecuali Momiji yang ini." hal. 80

Cita-cita Pabel untuk mendapatkan gadis lemah lembut di Jepang mungkin hanya mimpi. Selama di jepang ia harus berhadapan setiap hari dengan Momiji, bahkan bertarung dengan segerombolan geng motor! Lalu apakah Pabel bisa bertahan dengan kondisi nya?

Seperti yang saya bilang tadi, disetiap lembaran novel ini penuh dengan kejutan. Dan saya merasa terhibur dengan novel ini. Kalian wajib baca novel ini.